ZN, BELITUNG – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung, dalam beberapa pekan terakhir semakin dikeluhkan masyarakat. Antrean panjang kendaraan terlihat di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), sementara penjualan Pertalite secara eceran juga disebut semakin sulit ditemukan.
Kondisi tersebut mendapat perhatian Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Didit Srigusjaya. Didit bersama Kanit 4 Sat Intelkam Polres Belitung, Ipda Angga Saputera, SH, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah SPBU di Tanjungpandan, Sabtu (19/9/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Dalam sidak tersebut, Didit menemukan adanya SPBU yang mengalami pengurangan pasokan Pertalite dibandingkan kuota sebelumnya. Bahkan, pengurangan disebut mencapai sekitar setengah dari kuota yang diterima sebelumnya.
“Misalkan yang dulunya 16 ton, kini hanya dapat 8 ton,” kata Didit.
Menurut Didit, pengurangan kuota tersebut turut menjadi salah satu persoalan yang perlu segera ditelusuri karena berdampak terhadap panjangnya antrean masyarakat di SPBU.
Didit pun langsung menghubungi General Manager (GM) Pertamina untuk menyampaikan kondisi yang ditemukan di lapangan. Ia meminta agar kuota Pertalite di sejumlah SPBU di Tanjungpandan dapat dikembalikan seperti sebelumnya atau ditambah untuk mengatasi antrean.
“Kita sudah melihat kenyataan bahwa memang benar terjadi antrian panjang para pengantri BBM. Kasihan masyarakat kalau tidak segera diambil tindakan nyata oleh Pertamina,” ujar Didit.
Ia berharap komunikasi dengan pihak Pertamina dapat segera ditindaklanjuti sehingga pasokan Pertalite di Belitung kembali normal.
“Saya sudah menelepon GM Pertamina, mudah-mudahan kuota di beberapa SPBU dapat segera dikembalikan seperti semula atau ditambah,” katanya.
Didit juga memastikan DPRD Babel akan memanggil pihak Pertamina untuk meminta penjelasan mengenai kebijakan pengurangan kuota Pertalite di sejumlah SPBU di Tanjungpandan.
“Senin ini kami akan panggil pengurus Pertamina guna membahas kuota ini, kenapa sampai dikurangi,” ujar Didit.
DPRD Babel menilai persoalan tersebut perlu segera mendapat penanganan agar masyarakat tidak terus menghadapi antrean panjang untuk mendapatkan BBM.
Masyarakat Belitung pun berharap pemerintah bersama Pertamina mengambil langkah konkret untuk memastikan ketersediaan Pertalite di SPBU. Dengan pasokan yang kembali normal, antrean panjang yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir diharapkan dapat segera teratasi. (*)














