ZN,PANGKALPINANG – Bisnis timah ilegal milik Liku (40), warga Parittiga Jebus Kabupaten Bangka Barat Provinsi Bangka Belitung makin gacor.
Terbaru, info sumber terpercaya media ini menyebutkan kalau Liku dipercaya salah satu institusi aparat penegak hukum untuk menyuplai timah ilegal ke 2 smelter (peleburan timah) yang ada di Jelitik.
Apa tidak bahaya? Aparat penegak hukum yang harusnya menindak malahan diduga berkerja sama melakukan Mensrea (niat jahat) dengan mafia timah.
Lemahnya penegakan hukum di Provinsi Bangka Belitung membuat masyarakat meminta Kejaksaan Agung agar kembali turun ke Pulau Bangka.
“Sudah saatnya penyidik Kejagung atau Pidsus Kejati Babel membongkar jaringan timah ilegal milik Liku Parittiga. Periksa semua aliran dana serta kekayaan dia. Mulai dari mutasi rekening, rumah mewah, aset aset lainnya apakah dari hasil bisnis timah ilegal. Mudah, semudah menjentikkan jari bagi kejaksaan mengusutnya. Apalagi sekarang Kajati dan Aspdisus di lingkungan Kejati Babel sudah ada pimpinan baru,” kata Iswahyudi, warga Parittiga, Jumat (5/6/2026).
Iswahyudi membongkar jika bisnis timah ilegal Liku sudah berlangsung lama dan sering tertangkap aparat penagak hukum baik dari kepolisian maupun Satgasus Timah.
“Pada 24 Desember 2025 lalu, Satgasus PT Timah menggeledah gudang milik Liku dan diamankan 9 ton pasir timah. Namun lagi lagi, Liku terbebas dari jeratan hukum karena ada orang-orang kuat di belakangnya. Mungkin dengan masuknya Kejagung, bisnis timah Liku akan TAMAT sama seperti Agat Parittiga yang sudah disikat Krimsus Polda Babel. Tolong Kejaksaan jika mengusut kasus Liku gunakan Pasal Korupsi Tata Niaga Timah termasik TPPU karena kuat dugaan hasil dari kejahatan mafia timah,” ungkapnya.
Ek, warga Penganak juga menyebut kalau bisnis ilegal Liku sudah berlangsung sejak lama.
“Warga di Kecamatan Parittiga sudah tahu kalau Liku salah satu bos timah paling TOP dan tak pernah terseret ke meja hijau. Sudah waktunya Kejaksaan turun menyelidiki baik ke rumahnya maupun gudang bisnisnya yang ada di beberapa tempat. Kalau mau nanti saja tunjukkan dimana saja,” kata Ek, Jumat (5/6/2026).
Diketahui selain Liku, ada 4 lagi nama kolektor timah yang sengaja diarahkan oleh aparat penegak hukum diantaranya, AKN, BC, AK dan AT.
Jaksa Agung ST Burhanuddin melalui Kapuspenkum, Anang Supriatna dikonfirmasi terkait makin maraknya bisnis timah ilegal Liku dan sejumlah kolektor timah yang diarahkan menyetor timah ke Smleter swasta akan mengecek informasi tersebut.
“Saya masih cuti ibadah pak, nanti dicek ya,” jawab Kapuspenkum, Jumat (5/6/2026).
Sementara itu, Kapolda Babel, Irjend Pol Dr Viktor Theodore Sihombing melalui Kabid Humas Polda, Kombes Pol Agus Sugiyarso sudah dilayangkan konfirmasi terkait adanya dugaan pengumpulan kolektor timah.
Hingga berita ini ditayangkan, sejumlah pihak terkait masih dalam upaya konfirmasi verifikasi data serta dokumen. Begitu juga Liku sudah dilakukan upaya konfirmasi melalui chat WhatsApp dan telpon meski berdering tak ingin menjawab konfirmasi.
Diberitakan sebelumnya, di tengah gencarnya Presiden Prabowo memburu dan menindak tegas para cukong tambang ilegal. Di Pulau Bangka justru para cukong yang berbisnis timah ilegal mendapat perlakuan yang spesial. Bukannya ditindak tegas, melainkan para cukong timah ilegal ini terkesan di bina.
Ironisnya, beberapa cukong timah ilegal di Pulau Bangka salah satu diantaranya adalah “Liku”, Cukong timah ilegal asal Parittiga dikumpulkan oleh oknum petinggi di salah satu Institusi Penegak Hukum di Bangka Belitung (Babel). Para cukong timah ilegal ini, diminta bantu memasok timah ilegal ke salah satu smelter swasta yang terbilang baru di resmikan di Jelitik Kabupaten Bangka.
“Beberapa cukong timah ilegal di Pulau Bangka sudah dikumpulkan. Salah satu cukong timah ilegal ternama di Parittiga bernama Liku. Mereka dikumpulkan agar membantu memasok timah ilegal ke smelter di Jelitik,” ujar sumber tertutup yang dapat dipertanggungjawabkan ini, Kamis (4/6/2026) malam.
“Cukong dari Bangka Barat, Bangka Induk, Sampur Bangka Tengah. Dikumpulkan semua oleh (***/red). Memang awal nya diminta bantu memasok timah ilegal ke PT Timah, lalu tidak jadi. Selanjutnya para cukong itu diminta bantu memasok timah ilegal ke smelter yang baru di resmikan itu, smelter arahan,” katanya.(red)
















