PNM Jadi Jalan Naik Kelas, Prof Udin Ajak Pelaku UMKM Kelola Pinjaman dengan Bijak

banner 120x600

ZN, PANGKALPINANG – Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin atau yang akrab disapa Prof Udin, mengajak para pelaku usaha mikro dan nasabah membangun kemandirian ekonomi melalui pengelolaan pinjaman yang bijak dan disiplin.

Hal itu disampaikannya dalam kegiatan PKU Akbar PNM Cabang Bangka Belitung yang digelar di Gedung SM Convention Hall, Sabtu (23/05/2026).

Dalam sambutannya, Prof Udin menyampaikan apresiasi atas kehadiran pemerintah dan lembaga keuangan yang dinilai memberikan akses permodalan bagi masyarakat melalui program yang dijalankan PT Permodalan Nasional Madani (PNM).

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, perwakilan kejaksaan, kepolisian, TNI, Direktorat Jenderal Perbendaharaan Negara, perbankan, Pegadaian, hingga jajaran PNM Cabang Bangka Belitung serta para pelaku UMKM.

Ia menegaskan, akses pinjaman yang diberikan pemerintah melalui PNM harus dimanfaatkan untuk kegiatan produktif, bukan untuk kebutuhan konsumtif yang tidak menghasilkan nilai ekonomi.

“Pemerintah hadir di tengah masyarakat melalui permodalan nasional mandiri ini. Ibu-ibu bisa memulai pinjaman dari Rp2 juta, kemudian meningkat hingga Rp15 juta. Kuncinya kerja keras, jujur dan pengelolaan keuangan yang baik,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Prof Udin juganmengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan dana usaha secara sembarangan. Menurutnya, pinjaman yang diperoleh harus diatur dengan disiplin agar usaha dapat berkembang dan kepercayaan lembaga pembiayaan terus meningkat.

Prof Udin membagikan pengalaman dan pelajaran mengenai pola pengelolaan keuangan yang sederhana namun efektif, yakni membagi pendapatan ke dalam beberapa pos seperti tabungan, pengembalian modal atau cicilan, serta kebutuhan operasional usaha.

“Kalau dapat penghasilan jangan langsung habis untuk konsumsi. Harus ada yang ditabung, ada untuk mengembalikan modal, dan ada untuk operasional. Jangan sampai uang usaha dipakai semua untuk belanja yang tidak perlu,” ujarnya.

Menurut dia, prinsip hidup hemat dan disiplin menjadi modal penting bagi pelaku usaha kecil untuk bertahan dan berkembang. Dengan pengelolaan yang baik, nasabah PNM berpeluang meningkatkan kapasitas usahanya hingga memiliki aset yang dapat menjadi agunan untuk akses pembiayaan yang lebih besar.

“Nanti kalau sudah punya simpanan dan aset, bisa naik kelas. Dari pembiayaan kecil bisa berkembang lebih besar. Karena itu manfaatkan fasilitas dari pemerintah ini dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Di akhir sambutan, Saparudin turut mengajak masyarakat, khususnya kaum perempuan pelaku usaha, untuk terus semangat membangun usaha dan menjaga kepercayaan dalam memanfaatkan akses pembiayaan yang tersedia. (Wln)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *