ZN, PANGKALPINANG – Ratusan ponton isap produksi (PIP) mitra PT Timah terpantau beraktifitas di luar Rencana Kerja (RK) di perairan Pantai Pasir Padi Pangkalpinang, Kamis (14/5/2026).
Hasil investigasi media bangkaindependent.com, mitra PT Timah yang berkerja di laut Sanfur DU 1556 dan Tanjung Bunga paling banyak mendapatkan 10 ponton.
Namun fakta di lapangan, mitra pemilik CV ada yang punya ratusan ponton dan berkerja ilegal di luar RK. Diantaranya, CV Boba dan CV Trisula milik Luis. Ada juga CV GLA yang dikoordinir Adit Kecil.
“Logikanya RK paling banyak maksimal 10 ponton bahkan minimal 2 ponton. Tapi fakta di lapangan pemilik CV punya ratusan ponton, ibaratnya ponton beranak cucu,” kata sumber terpercaya media ini, Kamis (14/5/2026).
Menurut sumber, jika PT Timah mengaku ratusan ponton berkerja di dalam IUP harus berani menunjukkan titik koordinat.
“Pertanyaannya adalah kalau benar masuk IUP mana koordinat. Tanya sistem kerja PT TIMAH seperti apa. 1 CV berapa luas RK, karena di laut tidak bisa kira kira harus pakai titik koordinat. Karena batas RK di laut apa bisa pakai tali atau yang lainnya. Masyarakat jangan dibodohi,” ungkap sumber.
Diceritakan sumber, dulu wilayah perairan Pasir Padi memang IUP milik swasta.
“Dulu disana IUP digarap BPRS dan Hendri Lie jaman Pak Eko. IUP swasta yang menyewa. Jaman pak Zul, Walikota Pangkalpinang mau dijadikan waterboom Pasir diambil, timah diambil dan akan dijadikan wahana tapi batal,” jelas sumber.
Lebih jauh sumber menyebut, bahwa IUP Timah di Sanfur dan Tanjung Bunga sudah tidak menghasilkan lagi.
“Coba hitung sudah berapa tahun CV yang memiliki SPK di Sanfur dan Tanjung Bunga tetap bertahan walaupun hasil sedikit, ada apa?. Saya ini khatam soal timah laut dan darat, orang lama yang dulu pernah membuka koordinat di Sanfur sebelum kalian lahir. Lokasi disana tidak ada timah lagi, ada juga dikit dikit. Modusnya mereka akan geser dikit dikit ke perairan Pasir Padi yang cadangan ribuan ton timah. Intinya ponton yang berkerja di luar RK harus disingkirkan, PT Timah jangan main abu abu. RK 10 ponton dengan luasan 100 meter mana cukup untuk ratusan ponton.,” tandasnya.
Ironisnya, CV milik Luis disebut kesayangan Dir Ops PT Timah. Tapi kebenaran tersebut belum terkonfirmasi.
Dikonfirmasi terpisah, Dir Ops PT Timah, Hendy menbantah kalau PT Timah ada aktifitas di Pasir Padi.
“Kita gak ada penambangan di Pasir Padi, Yang ada di Laut Sanfur yang memang terlihat dekat dari Pasir Padi,” jawabnya singkat.
Novi Khoriroji, Kepala Unit ABS PT Timah diketahui sudah mengecek lokasi koordinat di Pasir Padi kemarin malam.
Namun fakta di lapangan yang dicek pihak PT Timah yang masuk IUP, lucu banget.
“Bapak bisa konfirmasi ke Pak Anggi sebagai humas semua informasi ke beliau, agar tertib informasi semua ke beliau ya,” jawabnya.
Pantauan media bangkaindependent.com, siang dan malam, Kamis (14/5/2026) terpantau ponton sejumlah ratusan mulai bergeser dari depan perairan Pasir Padi. Aktifitas sore jelang magrib banyak pekerja yang sudah ke darat. Beberapa posko milik CV berdiri dan puluhan motor, ratusan motor berjejer. Lokasi tersebut surganya para penambang. Logikanya, IUP PT Timah hanya ada di Sanfur, Tanjung Bunga dan Tanjung Gunung. Kenapa sekarang ada IUP Pasir Padi.
Direktur Polairud Polda Babel, Kombes Pol Rudi Hadi melalui Kasubdut Gakkum, AKBP Bin Rekoaji menjawab terimakasih.
“Siap Kando, Terima kasih infonya,” jawabnya.
Hingga berita ini ditayangkan, sejumlah pihak terkait dan pemilik CV yang kerja secara ilegal masih dalam upaya konfirmasi verifikasi data serta dokumen. (Doni)
















