ZN, PANGKALPINANG – Pemerintah Kota Pangkalpinang resmi meluncurkan inovasi Sistem Informasi Gotong Royong (SIGORO) dalam kegiatan halal bihalal yang digelar di Kantor Kecamatan Pangkal Balam, Selasa (14/4/2026).
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 70 peserta dan dihadiri langsung oleh Wali Kota Pangkalpinang Saparudin, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala organisasi perangkat daerah (OPD), unsur TNI-Polri, serta perwakilan BUMN dan instansi vertikal.
Peluncuran SIGORO menjadi langkah strategis Pemerintah Kota Pangkalpinang dalam mendorong partisipasi masyarakat pada kegiatan gotong royong melalui sistem informasi yang terintegrasi. Program ini dirancang untuk mempermudah koordinasi, menyediakan informasi kegiatan secara transparan, serta meningkatkan efektivitas kegiatan sosial di lingkungan masyarakat.
Camat Pangkal Balam, Purnamwan, menyampaikan bahwa SIGORO merupakan bagian dari implementasi program smart city yang diinisiasi oleh wali kota, sekaligus mendukung kebijakan pemerintah pusat.
“Kami telah melakukan uji coba selama satu minggu sebelum Ramadan bersama TNI dan Polri, dan hasilnya berjalan dengan baik. Ke depan, kegiatan gotong royong akan dilaksanakan secara rutin setiap Selasa dan Jumat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan penyerahan bantuan alat gotong royong secara simbolis, berupa kaos SIGORO, sapu lidi, mesin pemotong rumput, serta alat penyemprot.
Sementara itu, Wali Kota Pangkalpinang Saparudin menegaskan bahwa inovasi tidak selalu harus berbasis teknologi tinggi, melainkan dapat berupa gagasan baru yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“SIGORO merupakan bentuk pemikiran baru untuk menghasilkan sesuatu yang lebih baik,” katanya.
Ia juga menyoroti peran strategis kawasan Pangkal Balam sebagai jalur distribusi utama di Bangka Belitung yang berdampak pada tingginya volume sampah. Melalui SIGORO, pemerintah merencanakan pembangunan unit pengolahan sampah terpadu yang tidak hanya menangani limbah, tetapi juga memiliki nilai ekonomi.
“Program ini akan terintegrasi dari hulu hingga hilir dan segera kita laksanakan,” ujarnya.
Menurutnya, Indonesia saat ini tengah menghadapi kondisi darurat sampah, sehingga diperlukan langkah konkret di tingkat daerah, termasuk melalui gerakan gotong royong dan penanaman pohon.
Selain itu, Pemerintah Kota Pangkalpinang juga berencana menata kawasan pasar agar lebih tertata rapi dan nyaman melalui kolaborasi dengan masyarakat.
Secara keseluruhan, SIGORO dinilai sebagai inovasi berbasis kolaborasi yang menggabungkan nilai gotong royong dengan pemanfaatan teknologi. Program ini tidak hanya berfokus pada kebersihan, tetapi juga pengelolaan sampah berkelanjutan, peningkatan kualitas lingkungan, serta penguatan partisipasi masyarakat.
Dengan pendekatan menyeluruh dari hulu hingga hilir, SIGORO berpotensi menjadi model pengelolaan lingkungan berbasis komunitas, khususnya di wilayah strategis seperti Pangkal Balam. (Wln)
















