Berita  

Ssstt… Timah dari IUP Tempilang Bocor ke Rumah Kolektor, Dir Ops PT. Timah tak Tau?

banner 120x600

ZN, TEMPILANG – Gencar nya Satgas Halilintar mengamankan aset Pasir Timah patut dipertanyakan. Satgas yang terdiri dari anggota TNI tersebut diduga lalai mengamankan pasir Timah hasil produksi dari IUP Tempilang. Tak hanya itu beberapa oknum Satgas Halilintar diduga melakukan pembiaran atas puluhan ton Pasir Timah yang ditampung secara ilegal oleh kolektor nakal.

Informasi yang diterima redaksi pada Rabu (29/1/26) siang menyebutkan bahwa timah hasil produksi dari IUP Tempilang tak semuanya diolah di Gudang Bijih Timah (GBT). Berdasarkan informasi yang bisa dipercaya, puluhan ton Pasir Timah selama ini justru dibawa dan dikelola oleh oknum kolektor di gudang milik pribadi.

Tak hanya itu, puluhan ton Pasir Timah kering bahkan dikirim ke Sungailiat. Padahal seharusnya seluruh timah hasil produksi dalam IUP PT. Timah wajib disimpan dan dikelola di GBT milik PT. Timah.

“Info nya Pasir Timah dari IUP Tempilang itu dibawa pulang ke rumah kolektor bernama IPN di Gang Merabok. Sudah berlangsung berbulan ini. Sebagian lagi itu disimpan di rumah kontrakan. Padahal itu tidak boleh,” terang sumber kepada redaksi Rabu (29/1/26).

Disinggung soal kinerja Satgas Halilintar, menurut sumber ini, pihak Satgas bahkan sejak awal tahu. Namun anehnya IPN terus dibiarkan melakukan penyimpangan tersebut. Bahkan ada kesan pembiaran oleh ALN, salah seorang oknum Satgas Halilintar.

“Satgas Halilintar itu tau, tapi herannya mereka tidak mencegah. Diduga mereka juga dapat keuntungan dari bisnis IPN ini. Makanya tidak ada upaya melarang. Padahal aturannya jelas tidak ada yang boleh dibawa pulang. Tapi entah kenapa IPN dibiarkan melakukan itu terang tegangan. Kalau tidak mendapatkan manfaat pasti sudah diamankan seperti yang lain. Oknum Satgas ini sekarang sudah jadi pemain sepertinya,” terang sumber lagi.

Data yang dihimpun dari sumber tertutup, IPN membukanya titik penimbangan dekat daerah lampu merah belakang pelabuhan CV. PAB.

“Ada mobil Wuling Almaz BN 1207 RD yang sering menjemput Timah basah dari penambang di IUP Tempilang. Benar-benar dibiarkan oleh oknum Satgas itu pak. Patut dipertanyakan, fungsi Satgas itu,” kata sumber menambahkan.

Berdasarkan penelusuran redaksi, Mobil Wulling Almaz warna Putih BN 1207 RD tersebut milik SBR warga RT 001 Desa Rukam Kecamatan Jebus. Mobil ini seringkali menjadi kendaraan yang menjemput Pasir Timah di daerah lampu merah Belakang pelabuhan CV. PAB.

“Biasanya mereka bongkar antara jam 7 sampai jam 11 siang pak,” tambah

Pihak Wastam PT. Timah sendiri saat terkait temuan ini, tidak memberi jawaban apa pun. Hidayat selaku Wastam PT Timah untuk wilayah Tempilang yang dikonfirmasi sejak Rabu (29/1/26) lalu hingga saat berita ini di-release tidak merespon.

Sementara itu dikonfirmasi terpisah, Mayjend Handy selaku Direktur Operasi PT. Timah mengatakan bahwa Pasir Timah dari IUP tidak boleh dibawa pulang selain ke Gudang Bijih Timah milik PT. Timah.

“Tidak boleh, ini lokasinya di mana, kirim alamatnya” jawab Direktur Operasi. PT. Timah merespon konfirmasi redaksi. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *