ZHIENEWS.COM, PANGKALPINANG – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengadakan rapat untuk membahas perubahan Peraturan Gubernur mengenai perjalanan dinas pada tahun 2024. Perubahan ini fokus pada efisiensi dan akuntabilitas anggaran perjalanan dinas, serta penyesuaian pelaksanaan perjalanan dinas sesuai kebutuhan dan urgensi.
Asisten III Pemprov Babel Yunan Helmi mengatakan, bahwa aturan baru ini merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2022 dan Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2024, yang mengharuskan pertanggungjawaban perjalanan dinas dilengkapi bukti sah, termasuk rincian dan bukti perjalanan dinas.
Selain itu, kegiatan yang bisa dilakukan melalui alternatif daring, seperti zoom atau telekonferensi, dianjurkan untuk tidak dilakukan secara langsung guna mengurangi biaya.
“Kalau perjalanan dinas tidak begitu penting, bisa dilakukan dengan zoom, telekonferensi, atau telepon. Tapi kalau memang harus, misalnya untuk kerjasama MOU dengan kementerian, itu tidak bisa digantikan,” ujarnya di Ruang Rapat Tanjung Pendam, Senin (11/11/24).
Yunan Helmi menambahkan, penyusunan anggaran perjalanan dinas telah direvisi secara signifikan. Jumlah perjalanan dinas yang disetujui telah dikurangi hingga 60 persen dari tahun sebelumnya.
Kebijakan ini diharapkan akan lebih mengoptimalkan anggaran dan mengurangi defisit. Kepala OPD juga diwajibkan menyeleksi pegawai yang benar-benar perlu hadir dalam setiap perjalanan dinas.
“Artinya, ada pemangkasan, dalam beberapa agenda tersebut, misalnya ada 10 perjalanan dinas, sekarang tinggal 5, kita lihat kebutuhan, kalau tidak dibutuhkan, kepala OPD bisa membatasi perangkat daerahnya. Misalnya, kalau ini tidak penting, bisa aja lakukan efisiensi, ini nggak perlu perangkat,” jelasnya.
Ia mengatakan, kepatuhan OPD terhadap kebijakan baru ini dilaporkan cukup baik, di mana setiap kegiatan perjalanan dinas kini diawasi oleh Kepala OPD masing-masing serta kepala daerah.
“Kepala OPD itu tidak serta-merta harus berangkat, bisa saja diwakilkan kepada kepala bidangnya. Itu namanya efisiensi,” tutupnya. (zahwa)
















