Nelayan Minta Aktivitas PIP di Pasir Padi dan Diluar IUP Ditindak, Andi: Jangan Paksa Kami Anarkis!!

banner 120x600

ZN, PANGKALPINANG – Puluhan nelayan mendatangi Direktorat Polisi Air dan Udara (Dit Polairud) Polda Babel, pada Minggu (24/5) pagi, sekitar pukul 10.20 WIB.

‎Kedatangan puluhan nelayan Tanjung Bunga, Kecamatan Bukit Intan tersebut dibekali tuntutan keras penolakan aktivitas tambang timah di wilayah Pasir Padi dan yang berada di luar Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) milik PT. Timah.

‎Dikatakan ketua nelayan Tanjung Bunga, Andi Wijaya menekankan kepada pihak yang dilaporkan untuk segera menyingkir dari wilayah tersebut. Jangan sampai, dirinya bersama nelayan lain bertindak diluar batas demi mendapatkan kembali haknya.

‎”Mohon ikuti aturan, kita saling menghargai dan saling menghormati jangan sampai terjadi hal yang tidak diinginkan, kita juga tidak mau anarkis tapi jangan paksa kami bertindak anarkis,” ujar Andi Wijaya, usai melaporkan tuntutan nelayan ke penyidik Dit Polairud Polda Babel.

‎”Kami disini juga meminta pihak Kepolisian ter khususnya Polairud Babel, untuk menarik dan menindak PIP yang beraktivitas di Pasir Padi atau diluar IUP,” lanjutnya.

‎Andi mengatakan jika PIP yang berada di luar IUP tersebut sudah beroperasi sejak Jumat (22/5) kemarin. Maka dari itu, dirinya kembali menekankan kepada pihak yang merasa melanggar aturan untuk segera kembali bekerja di IUP PT. Timah.

‎”Mereka bekerja disana sejak Jumat, makanya kami resah. Maka dari itu kami meminta Polairud Babel untuk bekerja sama dan meminta saran untuk menyelesaikan konflik ini sesegera mungkin,” pungkasnya.

‎Hingga berita ini diterbitkan, Dir Polairud Polda Babel, Kombes Rudi Hadi masih dalam upaya konfirmasi. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *