Festival Kampung Bintang 2026 Resmi Ditutup, Perkuat Tradisi dan Wisata Budaya Pangkalpinang

banner 120x600

ZN, PANGKALPINANG – Festival Kampung Bintang 2026 resmi ditutup pada Minggu (5/4/2026) malam di Jalan Yang Zubaidah, Kelurahan Bintang, Kota Pangkalpinang. Penutupan festival tersebut sekaligus menandai berakhirnya rangkaian peringatan tradisi Ceng Beng di daerah itu.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdako Pangkalpinang, Juhaini, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan festival, mulai dari panitia, komunitas, pelaku usaha, hingga masyarakat.

“Festival Kampung Bintang 2026 merupakan hasil kolaborasi bersama. Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik,” kata Juhaini saat penutupan festival.

Menurut dia, Festival Kampung Bintang menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya melalui tradisi Ceng Beng yang sarat dengan nilai penghormatan kepada leluhur, penguatan hubungan keluarga, serta solidaritas sosial di tengah masyarakat.

Ia menilai, tradisi Ceng Beng di Pangkalpinang telah berkembang tidak hanya sebagai kegiatan budaya dan keagamaan, tetapi juga menjadi simbol toleransi serta harmoni antar etnis dan agama.

“Tradisi ini bukan hanya soal ziarah, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan nilai sosial. Hal ini menjadi kekuatan Pangkalpinang sebagai kota yang harmonis,” ujarnya.

Juhaini menambahkan, konsep festival yang digelar pada sore hingga malam hari menghadirkan daya tarik tersendiri bagi pengunjung melalui sajian visual dan suasana yang mendukung pengembangan wisata malam di Pangkalpinang.

Festival yang mengusung tema “Menjaga Tradisi, Kebersamaan” itu diharapkan mampu memperkuat identitas budaya daerah sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat setempat.

Pemerintah Kota Pangkalpinang juga berharap Festival Kampung Bintang dapat terus berkembang menjadi agenda tahunan unggulan yang mampu menarik wisatawan lokal maupun nasional.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk menjaga kebersihan, ketertiban, dan keramahan sebagai bagian dari upaya membangun citra positif Pangkalpinang sebagai destinasi wisata budaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *