ZN, BANGKA – Universitas Bangka Belitung (UBB) mengukuhkan tiga guru besar baru dalam Rapat Terbuka Senat Dies Natalis ke-20 atau Lustrum IV yang digelar pada Senin (13/4/2026). Pengukuhan tersebut menjadi bagian dari upaya kampus untuk memperkuat kualitas akademik, meningkatkan kapasitas riset, serta mengembangkan sumber daya manusia di lingkungan perguruan tinggi.
Rektor UBB, Ibrahim, menyampaikan bahwa sejak berdiri, UBB terus menunjukkan perkembangan signifikan. Ia menjelaskan bahwa jumlah program studi yang sebelumnya hanya 13 kini telah berkembang menjadi 36 program studi. Selain itu, ia menuturkan bahwa minat masyarakat untuk melanjutkan pendidikan di UBB setiap tahunnya terus meningkat.
“Alhamdulillah UBB terus menunjukan perkembangan signifikan. Yang awalnya jumlah program studi 13 kini telah berkembang menjadi 36 program studi,” ucapnya.
Menurut Ibrahim, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kini tidak hanya dikenal sebagai daerah asal perantau, tetapi juga mulai berkembang sebagai tujuan pendidikan tinggi. Ia menyebutkan bahwa kondisi tersebut merupakan bagian dari transformasi daerah dalam mendukung kemajuan sektor pendidikan. Memasuki usia dua dekade, UBB diharapkan mampu memberikan kontribusi yang lebih luas dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Sekarang Provinsi Bangka Belitung kini tidak hanya dikenal sebagai daerah asal perantau, tetapi juga berkembang sebagai tujuan pendidikan tinggi. Kondisi ini merupakan bagian tranformasi daerah dalam mendukung kemajuan sektor pendidikan,” ungkap Ibrahim.
“Saya berharap memasuki usia dua dekade, UBB mampu memberikan kontribusi yang lebih luas dalam pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,” tambahnya.
Ia juga berharap penambahan guru besar dapat mendorong peningkatan kualitas riset serta inovasi di lingkungan kampus. Penguatan kapasitas akademik tersebut dinilai penting untuk menghasilkan karya ilmiah yang relevan dengan kebutuhan daerah maupun nasional.
Adapun tiga akademisi yang dikukuhkan sebagai guru besar masing-masing adalah Prof Devi Valeriani, Prof Reniati, dan Prof Derila Prapti Rahayu. Prof Devi Valeriani dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Ekonomi Pariwisata dengan kajian pengembangan konsep Blue Tourism melalui pendekatan Integrated Island Tourism Model, yang dinilai relevan untuk wilayah kepulauan seperti Bangka Belitung.
Sementara itu, Prof Reniati memiliki kepakaran di bidang Manajemen Sumber Daya Manusia Strategik dengan fokus kajian pada pembangunan resiliensi organisasi dan bangsa dalam menghadapi tantangan era digital. Adapun Prof Derila Prapti Rahayu merupakan ahli di bidang Hukum Perusahaan Pertambangan yang menyoroti tata kelola pertambangan serta hubungan antara negara, perusahaan, dan masyarakat.
Pengukuhan tiga guru besar tersebut disebut sebagai salah satu capaian penting UBB dalam memperkuat reputasi akademik dan pengembangan riset. Kegiatan Dies Natalis ke-20 juga menjadi ajang silaturahmi bagi civitas akademika, alumni, dan masyarakat, sekaligus menegaskan peran UBB sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan di wilayah kepulauan. (*)
















