Audiensi Bersama Wali Kota Pangkalpinang, DPRD Babel Dorong Percepatan Pengembangan Pelabuhan Pangkal Balam

banner 120x600

ZN, PANGKALPINANG – Komisi III DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mendorong percepatan pengembangan Pelabuhan Pangkal Balam yang dinilai sudah tidak lagi ideal menampung aktivitas ekonomi daerah.

Dorongan tersebut disampaikan Ketua Komisi III DPRD Babel Taufik Rizani saat memimpin audiensi dengan Wali Kota Pangkalpinang Saparudin Masyarif di rumah dinas wali kota, Selasa (10/2/2026) malam.

Taufik menegaskan, kunjungan DPRD Babel merupakan langkah lanjutan setelah sebelumnya pihaknya menggelar rapat di tingkat provinsi bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk perwakilan Pemerintah Kota Pangkalpinang.

“Kami hadir untuk menindaklanjuti pengembangan Pelabuhan Pangkal Balam. Kondisinya saat ini sudah sangat padat dan perlu segera ditangani,” ujar Taufik.

Menurut dia, kepadatan pelabuhan menjadi perhatian serius DPRD karena Pangkal Balam merupakan pintu gerbang utama perekonomian Bangka Belitung. Jika kapasitas pelabuhan tidak ditingkatkan, pergerakan ekonomi dikhawatirkan ikut terhambat.

“Pelabuhan ini adalah pintu gerbang. Kalau pintu gerbangnya tidak maksimal, tentu aktivitas ekonomi tidak bisa berjalan optimal,” katanya.

Komisi III DPRD Babel juga menegaskan komitmen untuk mengawal rencana pengembangan hingga ke pemerintah pusat. Taufik menyebut pembahasan akan melibatkan kementerian teknis, Bappenas, hingga Pelindo agar mendapat dukungan kuat.

“Kami berharap pembahasan ini bisa sampai ke tingkat kementerian dan Kemenko sehingga ada dukungan nyata dari pemerintah pusat,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, rencana pengembangan pelabuhan sebenarnya telah disiapkan sejak 2019 dengan ketersediaan lahan sekitar 24 hektare. Namun, rencana tersebut sempat terhambat pandemi Covid-19.

Saat ini, DPRD Babel juga menyoroti status lahan yang disebut telah masuk skema kerja sama Bangun Guna Serah (BGS) dengan pihak ketiga. Menurut Taufik, kejelasan status lahan menjadi kunci utama sebelum pembangunan dilanjutkan.

“Yang paling penting adalah memastikan lahan clear and clean. Kalau itu sudah jelas, proses berikutnya akan jauh lebih mudah,” tegasnya.

DPRD Babel berharap koordinasi antara pemerintah provinsi dan Pemerintah Kota Pangkalpinang semakin solid agar pengembangan Pelabuhan Pangkal Balam dapat segera terealisasi.

“Kami yakin jika semua pihak bergerak bersama, pengembangan Pelabuhan Pangkal Balam bisa terwujud,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *