ZHIENEWS.COM, PANGKALPINANG – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bangka Belitung mengusut dugaan korupsi di Balai Wilayah Sungai (BWS) Bangka Belitung. Sebanyak 5 orang diperiksa.
Pada, Senin (19/5/2025) penyidik Pidsus memeriksa Kasatker OP Rudi Susilo, Bendahara dan 3 staf yaitu berinisial AD, IL, dan DN.
Pemeriksaan berlangsung sejak pagi. Dari pantauan di Kejati Babel, pada siang tampak 3 staf AD, IL dan DN keluar menuju parkiran depan dan keluar dari halaman Kejati Babel.
“Istirahat, kami mau cari makan siang,” kata salah satunya pendek.
Belum diperoleh konfirmasi dari Kejati Babel dan Kasatker OP Rudi Susilo terkait apa saja materi pemeriksaan.
Namun, melansir berita sebelumya, Kejati Babel sedang mengusut proyek rutin Satker OP BWS Babel tahun 2023-2024.
Dari informasi yang dihimpun, di antaranya proyek terkait 2 kolong di Pangkalpinang. Selain itu, proyek rutin perawatan irigasi juga dibidik lantaran dinilai terjadi penyimpangan.
Kerja 10 Hari Absensi Sebulan
Proyek pemeliharaan jaringan irigasi tahun 2023-2024, Satker OP BWS Babel di Kabupaten Bangka Selatan, Bangka Tengah, Bangka Induk dan Belitung dengan membentuk serta melibatkan 10 P3A (Perkumpulan Petani Pemakai Air) sebagai pelaksananya se-Bangka Belitung.
Untuk Tahun 2023, Program P3-TGAI di
Wilayah Sungai Bangka memfokuskan 10 Titik Daerah Irigasi yaitu:
I. 2 Daerah Irigasi Rias : P3A Sadar Makmur, P3A Tirta Jaya
II. Daerah Irigasi Serdang : P3A Serdang Maju,
III. Daerah Irigasi Pergem : GP3A Nyirih Kemis
IV. Daerah Irigasi Namang : P3A Pelawan Jaya
V. Daerah Irigasi Belilik : P3A Aik Danau
VI. 2 Daerah Irigasi Kemuja : P3A Aik Senggulong, P3A Redap.
VII. 2 Daerah Irigasi Buleng : P3A Aik Layeng Jaya, P3A Ceran.
Salah satu Anggota P3A di Desa Rias, Bangka Selatan, ketika ditemui, Kamis, 15 Mei 2025 di Rias, menceritakan kalau sejak 2023 menjadi anggota salah satu anggota P3A setempat.
“Kalau aggota kelompok kami 40 an orang, sehari kami digaji Rp125.000 perorang dan dibayarkan tunai setiap habis periode bekerja,” katanya yang minta namanya tidak ditulis.
Untuk setiap masa pekerjaan dalam setahun setiap 3 bulan sekali. Artinya setahun 4 kali melakukan perawatan irigasi.
“Menyiangi rumput, kalau ada saluran mampet atau perbaikan perbakkan kecil irigasi. Semua anggota kelompok ikut bekerja,” ujar pria 50 tahun tersebut.
Lamanya melakukan perawatan atau pekerjaan dalam setiap tiga bulan tidak menentu. Sebab, sangat tergantung apa yang dikerjakan.
“Terkadang cuma satu minggu, selesai. Kadang juga cuma 10 hari, biasanya paling lama 2 minggu,” ujarnya.
Meski tidak full sebulan bekerja, diakui pria tersebut, untuk absensi pekerjaan selalu full diisi sebulan.
“Kalau absensi pekerjaan selalu kami diminta untuk diteken full sebulan. Meskipun cuma bekerja seminggu tetap absennya sebulan. Jadi dalam setahun kami teken full 4 kali bekerja, berarti teken absensi total 4 bulan,” jelas pria tersebut.
Dia juga tidak mengetahui mengapa harus demikian. Bahkan, hingga kini, tahun 2025 kelompoknya masih melakukan perawatan rutin setiap 3 bulan sekali dan absensinya tetap sama, full sebulan.
Terkait proyek rutin pemeliharaan, sejumlah sumber menyebutkan, itu biasa terjadi, bekerja seminggi atau dua minggu, ansensi full sebulan. Sumber menyebutkan bisa jadi indikasi mark-up.
“Kalau satu kelompok saja ada 40 orang kalikan Rp125.000 perorang sehari berarti sehari Rp 5.000.000. Kalau ada 10 kelompok, berarti gaji mereka sehari berkisar Rp 50 juta, kalau setahun perawatan 4 kali, sudah berapa itu? Itu biasa, bisa jadi permainan di internal Balai, mereka sendiri yang cincangnya,” ujar sumber yang tidak ingin namanya ditulis.
Terkait hal ini, redaksi masih berupaya mengkonfirmasi ke Kasatker OP Balai Wilayah Sungai (BWS) Bangka Belitung Rudi Susilo. Selain itu redaksi masih melakukan verifikasi dan mendalami dokumen yang dimiliki.
Kepala BWS Babel, Susi Hariany sudah dikonfirmasi terkait pemeriksaan oleh Kejati Babel dan sejumlah proyek dinilai bermasalah, namun hingga berita ini dipublish, tidak memberikan respons.
Kasi Penkum Kejati Babel, Basuki Raharjo dalam upaya konfirmasi. (007)
















