ZHIENEWS.COM, BELINYU – Pembangunan dermaga pelabuhan Belinyu, Kabupaten Bangka senilai Rp 23 miliar menuai sorotan tajam masyarakt Bangka Belitung. Dari penelusuran lapangan beberapa item pekerjaan diduga kuat bermasalah. Proyek senilai Rp 23 milar hanya dermaga kecil yang mirip jembatan, hamparan batu gunung berserakan dan penimbunan tanah puruh yang tidak padat.
Lantai dermaga dari beton berukuran sekitar lebar 6 meter kali panjang 40 an meter ada yang berlobang akibat beton terkelupas. Selain itu, batuan gunung yang terpasang berukuran beragam mulai dari seukuran kepala orang desawa hingga seukuran kepalan orang dewasa bahkan lebih kecil.
Di sana sini batuan yang ditumpuk untuk menahan tanah puru beberapa bagian amblas. Hal ini diikuti dengan amblasnya sejumlah bagian tanah puru ikut amblas sehingga semacam membentuk lubang sekitar setengah meter kali satu meter persegi.
Hasil pekerjaan dermaga oleh PT Karya Nusantara-KSO dengan konsultan pengawas PT Priangan Raya Utama tersebut tampak tidak rapi dan terkesan ala kadarnya.

Proyek penyeberangan pelabuhan Belinyu adalah milik Kementerian Perhubungan, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas III Bangka Belitung, dengan Nomor Kontrak: PL104/ 4/15/BPTD BABEL/ 2024, tanggal 22/10/2024 dan berakhir pada 31 Desember 2024 atau 70 hari kerja dengan nilai Rp 23. 171. 701.000,00,-.
Redaksi sudah menghubungi untuk konfirmasi terkait pengerjaan, data lapangan dan dokumen terkait ke Satpel Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas III Bangka Belitung, Wiratno, Rabu (23/4/2025), namun belum direspons.
Masyarakat sekitar yang ditemui, mengomentari kalau proyek tersebut terkesan dikerjakan asal jadi.
Dari informasi yang diperoleh bahwa proyek Pelabuhan Penyeberangan diduga dikerjakan oleh pengusaha minyak ternama di Belinyu, Afuk.
“Bisa dilihat hasil akhir dari proyek Pelabuhan itu terkesan asal jadi saja. Iya terlambat (molor-red). Proyek itu terlambat beberapa bulan,” katanya.
Pria yang mengaku bernama Aka itu menyatakan bahwa bos minyak ternama di Belinyu bernama Afuk adalah kontraktor belakang layar di proyek Pelabuhan Penyebrangan Mantung Belinyu.
“Kontraktor yang mengerjakan yang menyelesaikan bos Afuk bos minyak di Belinyu ini, material seperti besi dan lainnya itu dari Tanjung Gudang sini, kecuali batu gunung dari Sungailiat,” ujarnya.
“Katanya untuk Roro cuma kok jadi seperti jembatan seperti punya bos Afuk yang di Gudang itu. iya, menyerupai punya bos Afuk. Nah bos Afuk ini bermain di belakang layar proyek Pelabuhan,” ungkapnya.
Sementara itu, netizen tik tok banyak berkomentar minta Kejaksaan usut Proyek tersebut.
@Ardii😁:23m gak pakai pemecah ombak. cmn pakai batu kena angin tenggara rontok batu e sama kaya demaga pasir mapur bantai Tenggaro rintok
@bangakorchannel:metode pemasangan batu utk causeway kalo dari vidio memang kurang sempurna, tidak interlok dg baik , makanya terlihat ada pergesera,tidak rata , ini akan membuat sisi causeway turun dan bisa amblas ,
@G:anjir agik bagus g jerambah rumahku nape la jarang proyek yg sesuai ox
@nasru123123:banyak coi duit 23 milyar tu, masak kyak gtu penampakn nya
@Yonaldo Perdiansyah:23 miliar cuma segitu .haha habis buat pilkada kah😅
@Asoe:periksa/penjarakan yang terlibat
@رينطا:PPK/PPTK Pengelola proyek auto ketar ketir 🤭
@Nichia Zhan:20M masuk kantong😆
Hingga berita ini dipublish, Afuk dan pihak terkait dalam upaya konfirmasi.
Sementara itu, Kasi Penkum Kejati Babel, Basuki Rahardjo sudah dalam konfirmasi namun belum menjawab. (red).
















