Bangka  

Perguruan Persilatan Pulau Kelapa Anugerahi Pj Bupati Harris Gelar Pendekar Kehormatan

banner 120x600

ZHIENEWS.COM, PANGKALPINANG – Dalam suasana penuh semangat dan kekeluargaan, Pj Bupati Kabupaten Bangka M. Harris resmi dianugerahi gelar Pendekar Kehormatan oleh Perguruan Persilatan (PP) Pulau Kelapa.

Gelar ini disematkan langsung oleh Ketua Umum PP Pulau Kelapa Izkar Rasidi, saat rapat besar tahunan perguruan yang dihadiri ratusan pesilat dari berbagai penjuru Kabupaten Bangka, di Graha Maras Kabupaten Bangka, Sabtu (28/13/24).

Dalam sambutannya, Pj Bupati Harris mengaku bangga atas kepercayaan besar yang diberikan kepadanya. Ia mengajak seluruh pendekar dan pesilat untuk bersatu padu membangun daerah, menjadikan seni bela diri tradisional sebagai pilar kebudayaan yang terus terjaga.

“Saya merasa terhormat menerima tanggungjawab sebagai pendekar kehormatan. Ini bukan sekadar gelar, tapi amanah untuk terus berjuang bersama-sama dalam membangun Bangka, baik dari segi fisik maupun nilai-nilai budaya,” ujar Haris dengan penuh semangat.

Lebih lanjut, Pj Bupati Harrismenyampaikan bahwa berada di tengah keluarga besar PP Pulau Kelapa membuatnya merasa seperti di rumah sendiri. Baginya, perguruan silat ini bukan sekadar tempat belajar bela diri, tapi juga pusat pembentukan karakter, adab, dan pelestarian seni tradisional.

“Di sini kita diajarkan bagaimana memiliki adab yang luhur, membentuk akhlak yang baik, sekaligus menjaga kebugaran tubuh. Silat adalah seni yang bukan hanya menjaga raga, tapi juga memupuk jiwa,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya peran silat dalam melestarikan budaya lokal. Menurut Harris, tanpa upaya aktif dari masyarakat, warisan nenek moyang seperti silat akan perlahan terkikis oleh waktu.

“Silat bukan sekadar gerakan, tapi identitas bangsa. Jika kita tidak menjaga dan melestarikannya, siapa lagi yang akan melakukannya?. Seni bela diri ini adalah warisan berharga dari kakek-nenek kita, dan kita punya tanggungjawab untuk memastikan tradisi ini tetap hidup,” katanya.

Dalam acara yang berlangsung hangat itu, Harris mengajak para pesilat untuk terus menjadikan silaturahmi dan diskusi sebagai bagian dari perjuangan membangun Bangka. Ia percaya bahwa kekuatan budaya adalah pondasi kokoh untuk mendorong kemajuan daerah.

“Silat ini lebih dari sekadar seni bela diri. Ini adalah simbol adat istiadat kita, sebuah tradisi yang mempererat persaudaraan dan menunjukkan jati diri masyarakat Bangka. Kita harus terus menonjolkan silat di setiap pertunjukan seni dan budaya sebagai bukti bahwa kita bangga dengan akar kita,” tegasnya.

Rapat besar tahunan itu tidak hanya menjadi ajang pelantikan gelar kehormatan, tetapi juga momen memperkuat tali silaturahmi antarpesilat. Haris menutup sambutannya dengan harapan agar sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan silat dapat terus terjalin untuk menciptakan Bangka yang berbudaya, sehat, dan maju.

“Pesilat sejati tidak pernah mencari musuh, tapi tidak akan mundur jika dihadapkan pada tantangan. Prinsip inilah yang harus kita pegang untuk membangun daerah kita dengan karakter yang kuat dan adab yang terjaga,” pungkas Harris, disambut tepuk tangan para pendekar yang hadir. (zahwa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *