ZN, MENTOK – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, turun langsung meninjau arus mudik Lebaran di Pelabuhan Tanjung Kalian Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Minggu (15/3/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat yang hendak menyeberang menuju Pulau Sumatera berjalan dengan baik, terutama menjelang meningkatnya arus mudik Idulfitri 2026.
Dalam peninjauan itu, Gubernur didampingi unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta instansi terkait. Mereka memantau aktivitas penumpang, sistem antrean, hingga kesiapan kapal feri yang melayani penyeberangan di pelabuhan tersebut.
Suasana pelabuhan yang dipadati pemudik menjadi perhatian serius Gubernur. Ia menyoroti masih adanya waktu tunggu yang cukup lama bagi penumpang sebelum keberangkatan kapal.
Hidayat Arsani menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila pelayanan di pelabuhan masih belum maksimal.
“Kami memohon maaf kepada seluruh masyarakat apabila masih ada kekurangan dalam pelayanan di pelabuhan. Ini menjadi perhatian serius bagi kami untuk segera diperbaiki,” ujar Hidayat.
Ia menegaskan masyarakat yang menggunakan jasa penyeberangan sudah membayar layanan transportasi sehingga berhak mendapatkan pelayanan yang nyaman, tertib, dan manusiawi.
“Kami tidak ingin masyarakat sudah menunggu sejak subuh, sementara kapal sudah bersandar tetapi belum bisa berangkat. Kondisi seperti ini harus kita evaluasi dan kita perbaiki bersama,” tegasnya.
Sebagai langkah tindak lanjut, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan menggelar rapat koordinasi dengan seluruh pihak terkait guna memperbaiki sistem pelayanan di pelabuhan, mulai dari pengaturan antrean, sistem keberangkatan kapal, hingga peningkatan kenyamanan penumpang.
Menurut Hidayat, momentum mudik bukan sekadar perjalanan, tetapi juga momen penting bagi masyarakat untuk berkumpul bersama keluarga di kampung halaman.
“Mudik adalah perjalanan hati. Karena itu pemerintah harus hadir memastikan masyarakat pulang dengan aman, nyaman, dan penuh kebahagiaan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga berdialog langsung dengan sejumlah penumpang kapal feri yang tengah menunggu jadwal keberangkatan. Salah satunya Ami (35), pemudik yang hendak menuju Palembang bersama keluarganya.
Ami mengaku sudah menunggu cukup lama di pelabuhan sejak pagi hari agar bisa mendapatkan jadwal keberangkatan kapal.
Sementara itu, Kepala Kepolisian Daerah Bangka Belitung, Viktor T. Sihombing, mengatakan kondisi keamanan di kawasan pelabuhan secara umum masih terkendali. Namun, menurutnya beberapa aspek teknis, terutama pengaturan kedatangan dan keberangkatan kapal, masih perlu dimaksimalkan.
Ia menambahkan, kehadiran Forkopimda di lapangan bertujuan memastikan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal sebelum puncak arus mudik terjadi.
“Ini belum puncaknya. Karena itu kami datang langsung untuk melihat, mengevaluasi, sekaligus mengoreksi agar saat puncak arus mudik nanti pelayanan kepada masyarakat bisa jauh lebih baik,” ujarnya.
Untuk menjamin keamanan dan kenyamanan pemudik, aparat gabungan dari TNI, Polri, serta instansi terkait akan terus melakukan pengamanan di kawasan pelabuhan, terutama di titik-titik keramaian dan lokasi antrean penumpang.
Melalui peninjauan tersebut, pemerintah daerah berharap sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan seluruh pemangku kepentingan dapat memperlancar arus mudik Lebaran di Bangka Belitung. (*)
















