ZHIENEWS.COM, PANGKALPINANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang resmi menutup kegiatan pelaksanaan pelatihan unit kompetensi program Pelatihan kerja dan produktivitas tenaga kerja tahun anggaran 2025, di Balai Besar Betason, Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Jumat (22/8/2025) pagi.
Dalam kesempatan itu, mewakili Pj Wali Kota Pangkalpinang, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pangkalpinang Juhaini dalam sambutannya menyampaikan bahwa berdasarkan data BPS Kota Pangkalpinang, tingkat pengangguran terbuka tahun 2024 sebesar 5,98%, angka ini naik 0,22% dibanding tahun 2023 sebesar 5,76%.
Kenaikan angka pengangguran terbuka, yaitu mereka yang mencari pekerjaan namun belum mendapatkannya, bisa disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya:
pertumbuhan ekonomi yang lambat, ketidakseimbangan antara pertumbuhan angkatan kerja dan ketersediaan lapangan kerja, serta kesenjangan keterampilan antara pencari kerja dan kebutuhan industri.
“Kami Pemkot Pangkalpinang terus berkomitmen mengurangi angka pengangguran terbuka meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui pembentukan dengan tim percepatan pertumbuhan ekonomi yang bertugas malakukan akselerasi percepatan dengan pengendalian 9 langkah kongkrit dan strategis, mulai dari percepatan pengeluaran pengeluaran pemerintah (G), Kemudahan investasi (i), dan perluasan market barang dan jasa,” katanya.
“Sedangkan untuk ketidakseimbangan antara pertumbuhan angkatan kerja dan ketersediaan lapangan kerja, serta kesenjangan keterampilan antara pencari kerja dan kebutuhan industri, dilakukan dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar memiliki daya saing, keterampilan, dan produktivitas tinggi melalui program am pelatihan berbasis kompetensi seperti yang kita laksanakan sekarang ini” tambah Juhaini.
Ia menyampaikan Pemkot Pangkalpinang terus berupaya mencetak tenaga kerja yang tidak hanya siap menghadapi dunia kerja, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, industri, dan kebutuhan pasar kerja saat ini.
Dinas Tenaga Kerja melalui tim di Bidang Pembinaan Penempatan, Pelatihan dan Produktivitas, terlebih dahulu melakukan survey dengan turun langsung ke masyarakat dan menerima masukan dari stakeholders terkait untuk menentukan kebutuhan pasar kerja. Dari hasil survey, ditetapkanlah 5 bidang kompetensi yang sesuai pasar kerja saat ini, yaitu: Teknik Sepeda Motor, Tata Boga, Desain Grafis, Menjahit dan Tata Rias Pengantin.
“Kami bersinergi dengan UPTD BLK Dinas Tenaga Kerja Pemrov Babel, SMA N 3, LPK Atma Luhur, LPK Menjahit Yolla dan LPK Astari untuk menenyelenggarakan pelatihan ini. Keterbatasan sarana dan prasarana bukanlah hambatan untuk membangun SDM di Pangkalpinang yang berkualitas selain melalui Lembaga Pendidikan dan pelatihan vokasi lainnya,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Juhaini mengapresiasi peserta pelatihan, karena telah menyelesaikan pelatihan dengan penuh semangat, disiplin dan komitmen.
“Saya juga memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para peserta pelatihan yang telah menyelesaikan pelatihan ini selama 14 hari, mulai tanggal 5 s.d. 22 Agustus 2025, dengan penuh semangat, disiplin, dan komitmen,” ujarnya.
“Ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang untuk terus belajar dan berkembang. Jadikanlah kompetensi ini sebagai bekal untuk meningkatkan produktivitas, membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja baru, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kota Pangkalpinang,” kata Juhaini.
Juhaini berharap semoga ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh membawa manfaat bagi peserta, keluarga, masyarakat dan Kota Pangkalpinang.
“Semoga ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh membawa manfaat sebesar-besarnya bagi peserta, keluarga, masyarakat, dan Kota Pangkalpinang tercinta. Teruslah bersemangat, jangan berhenti belajar, dan jadilah insan-insan produktif yang mampu mengharumkan nama Pangkalpinang,” tutupnya. (Wln)