ZHIENEWS.COM, PANGKALPINANG – Masalah keterbatasan daya tampung sekolah negeri menjadi sorotan dalam Debat Calon Wakil Wali Kota Pangkalpinang.
Dessy, calon Wakil Wali Kota yang mendampingi Udin, menyatakan komitmennya untuk membenahi persoalan tersebut dengan membangun sekolah-sekolah negeri baru di wilayah yang membutuhkan.
Dalam sesi tanya jawab yang dipandu oleh panelis, Dessy menanggapi pertanyaan seputar banyaknya anak-anak di Pangkalpinang yang tidak tertampung di sekolah negeri akibat keterbatasan fasilitas pendidikan yang ada.
“Banyak anak-anak yang tahun ini tidak bisa masuk sekolah karena kurangnya daya tampung di sekolah-sekolah negeri. Ini menjadi perhatian serius kami. Seperti kasus kemarin di daerah Air Kepala Tujuh jumlah penduduknya tinggi, tapi sekolah negeri belum ada di sekitar sana,” ujar Dessy, Jumat (8/8/2025).
Dessy mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyusun rencana konkret untuk membangun sekolah negeri baru di titik-titik yang paling terdampak. Salah satu upaya awal yang akan dilakukan adalah melakukan pemetaan wilayah berdasarkan kebutuhan riil masyarakat.
“Kami akan mengadakan pemetaan wilayah atau meeting jenasi untuk melihat di mana saja daerah yang paling membutuhkan sekolah baru. Kami tidak ingin membangun asal-asalan. Harus berdasarkan data dan kebutuhan masyarakat,” tambahnya.
Tak hanya itu, pasangan Udin-Dessy juga telah menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat untuk mendorong pendirian Sekolah Rakyat di Kota Pangkalpinang sebuah konsep pendidikan yang lebih inklusif dan dapat menjangkau anak-anak dari keluarga kurang mampu.
“Kami sudah mengajukan permohonan ke pemerintah pusat agar Pangkalpinang bisa mendapatkan bantuan pembangunan Sekolah Rakyat. Sekolah ini nantinya akan menjadi solusi alternatif bagi masyarakat yang kesulitan mendapatkan akses pendidikan formal di sekolah negeri,” jelasnya.
Dessy menekankan bahwa pendidikan adalah hak dasar setiap anak dan menjadi tanggung jawab utama pemerintah daerah untuk memenuhinya. Ia juga berjanji akan memastikan bahwa tidak ada lagi anak-anak yang terpaksa putus sekolah hanya karena keterbatasan daya tampung.
“Kami ingin menjamin bahwa semua anak Pangkalpinang bisa bersekolah tanpa hambatan. Pemerataan akses pendidikan adalah bagian dari visi besar kami untuk membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing,” tegasnya.
Pasangan Udin-Dessy dalam debat tersebut menyoroti bahwa pembangunan infrastruktur pendidikan akan menjadi salah satu program prioritas jika mereka dipercaya memimpin Kota Pangkalpinang ke depan. (*)