ZHIENEWS.COM, PANGKALPINANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang melalui Dinas Tenaga Kerja menggelar pelatihan berdasarkan unit kompetensi tahun anggaran 2025, di Balai Besar Betason, Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Selasa (5/8/2025).
Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah (Sekda) Pangkalpinang Mie Go mengatakan pelatihan ini dilakukan untuk membantu meningkatan kualitas dan keterampilan tenaga kerja lokal agar lebih siap bersaing di pasar kerja.
“Tenaga kerja terampil sangat dibutuhkan untuk menekan angka pengangguran dan mendukung terciptanya lapangan kerja,” ucapnya.
Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pangkalpinang, tingkat pengangguran terbuka tahun 2024 tercatat 5,98 persen, naik dibanding 5,76 persen pada 2023.
“Angka ini patut menjadi perhatian bersama. Karena itu, pelatihan seperti ini harus terus dilakukan secara konsisten,” ujarnya.
Sekda Mie Go mengatakan penyusunan materi pelatihan dilakukan berdasarkan hasil survei dan masukan dari masyarakat serta pelaku usaha. Program ini juga mencakup pelatihan untuk penyandang disabilitas. Meski menghadapi keterbatasan fasilitas, seperti belum adanya balai latihan kerja, pelatihan tetap dilaksanakan secara berkelanjutan.
“Kami berharap kegiatan ini bisa memotivasi peserta untuk meningkatkan keterampilan dan membuka peluang wirausaha,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa antusias peserta yang ikut pelatihan ini luar biasa, namun keterbatasan kuota. Sekda Mie Go menyampaikan kedepannya Pemkot Pangkalpinang akan menambah kuota, minimal dua kali lipat.
“InsyaAllah kuota akan di tambah dengan melihat minat pencari kerja, yg mau meningkatkan kompetensinya, untuk mengupdate diri untuk modal mencari kerja di perusahaan atau membuka perusahaan sendiri, dan bisa membuka lapangan perkerjaan untuk orang tidak bekerja kemungkinan tidak mempunyai kompetensi,” kata Mie Go.
“Oleh karena itu dengan pelatihan ini agar mereka memiliki kualitas, tentu mempunyai nilai dan gaji yang mereka terima bisa meningkatkan kehidupan mereka. Bisa membantu mengurangi kemiskinan, dan meningkatkan angka kerja dan menurunkan pengangguran,” tutupnya. (Wln)