Laksanakan Rakor Bersama Kemendagri, Ini Strategi Pemkot Pangkalpinang Kendalikan Inflasi

banner 120x600

ZHIENEWS.COM, PANGKALPINANG – Untuk menekan angka inflasi Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang melaksanakan strategi 4K yaitu Keterjangkauan Harga, Kesediaan Pasokan, Kelancaran Produksi dan Komunikasi yang Efaktif.

Hal ini disampaikan oleh Asisten Pemerintahan dan Pembangunan Jugaini, usai memghafiri rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah bersama Kementerian Dalam Negeri RI secara zoom meeting, di Smart Room Center Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Senin (14/7/25).

“Hari ini kami mengikuti zoom meeting dengan Kementerian Dalam Negeri di pimpin langsung oleh Pak Sekjen dan Komjen Tomsi Tohir, dalam agenda rapat adalah yang pertama evaluasi pengendalian inflasi, yang kedua terkait dengan tindak lanjut dari pembangunan 3 juta rumah,” ucapnya.

Jugaini menyampaikan khusus inflasi dari Pak Komjen tadi sudah menjelaskan bahwa inflasi nasional itu untuk ier to ier 1,47%, ier on ier 1,38 % dan man to man 0, 19%, untuk man to man itu di pengaruhi oleh harga bergejolak dengan kontribusi 0,77% harga pemerintah, 0,09 %, harga kompetensi inti 0,7%.

“Sadangkan kita Pangkalpinang untuk man to man 0,02%, kemudian ier to ier 1,03% dan ier on ier 0,96% dengan indeks harga 1,591, adapun di Pangkalpinang yang menyebabkan inflasi tertinggi adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau dengan kontribusi 0,68%,” jelasnya.

“Untuk strategi yang di evaluasi nasional tadi ada sembilan. Tetapi untuk di Pangkalpinang kita melaksanakan dengan strategi 4K tetap fokus yaitu Keterjangkauan Harga, Kesediaan Pasokan dan Kelancaran Produksi dan Komunikasi yang Efaktif, ada pun yang telah kita lakukan adalah,” tambah Juhaini.

Ia menuturkan bahwa Pangkalpinang sudah melaksanakan Gerakan Pangan Murah pada 4 Juli kemaren, pemantauan harga di pasar, kemudian pembagian cadangan pangan pemerintah pusat yang akan bagikan pada tanggal 27 Juli di 7 kecamatan dengan jumlah KK 7.406 dengan jumlah beras selama 2 bulan 14,8 ton. Kemudian pembagian benih sapras produksi untuk 30 KWT.

“Untuk sidak kita tidak laksanakan karena tidak ada lonjakan harga. Dan kita melakukan pembagian pupuk kepada masyarakat. Nah itu lah strategi yang akan kita lakukan dalam menekan angka inflasi. Dan berdasarkan evaluasi kita masih di bawah rata-rata nasional,” tuturnya.

jujaini juga menyampaikan untuk evaluasi pembangunan 3 juta rumah, untuk pembangunan 3 juta rumah ini 1 juta di bangun di pesisir, 1 juta di kelurahan, 1 juta di desa.

“Khusus di Pangkalpinang karena kita terdapat rumah tidak layak huni sekitar 1.339 unit, itu menjadi target dari jumlah yang ada sebanyak 49,14 unit. Ini menjadi fokus kita dan untuk Pangkalpinang sudah berjalan dan sudah kita tindaklanjuti,” tutup Juhaini. (Wln)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *